Jumat, 12 Apr 2024
BREAKING NEWS

Pembudidaya ikan kerambah sungai pijoan keluhkan ikan mati mendadak imbas becana banjir

Headlinejambi.com. MuaroJambi – Banjir yang terjadi di provinsi jambi yang di mulai dari ujung tahun 2023  hingga sekarang, tersebar di beberapa kabupaten seperti Kerinci,Sungai Penuh,Bungo, Tebo,Batang hari hingga muaro jambi.

Dan untuk muaro jambi sendiri banjir  tersebar merambah di beberapa batang sungai kecematan diantaranya Sungai Gelam hingga jambi luar kota.

Dan untuk kecamatan jeluko sendiri terjadi merambah ke bantang sungai Pijoan. Namun untuk sungai pijoan air bertahan di ketiggian bibir sungai dan tidak ada pergerakan sehingga membuat air menghitam dengan bau yang tidak sedap dengan kemungkinan kadar keasam  4 PH. Hal inilah kemungkinan penyebab ikan mati dan tidak bisa bertahan hidup lama di dalam air tersebut.

Menurut pengakuan pembudidaya yakni  Hairul mengatakan ” Kami mengalami kerugian yang banyak  sudah berton ton ikan mati mendadak di karenakan ikan tidak mau lagi makan, sementara kami semua menggatungkan hidup kami dari perikanan ini,kami berharap adalah perhatian dan kepedulian pemerintah muaro jambi kepada kami  karena ini bagian dari imbas bencana bajir di muaro jambi”ucapnya.

bencana banjir terjadi ini  mengakibatkan dampak yang serius untuk pembudidaya ikan di sungai pijoan hal ini bisa di kategorikan Porce Mejure ( kerusakan oleh bencana ) dan kejadian luar biasa ( KLB )  sangat di pandang perlu untuk mendapatkankan bantuan tanggap darurat dan Bantuan darurat. Bantuan bencana adalah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat tanggap darurat . Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

 

Menurut pengertian PP  no 21 tahun 2008 Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak

Dan di dalam UU no 24 tahun 2007 tentang bencana alam Undang-undang ini mengatur mengenai pokok-pokok berupa penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab dan wewenang Pemerintah dan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh; penyelenggaraan penanggulangan bencana dilakukan pada tahap pra bencana ( TIM )



Baca Juga