Senin, 22 Jul 2024
BERITO DUSUNHEADLINE DUNIAHEADLINE ELECTIONHEALTH NEWSPOLING KITASANG TOKOH

Menguak Sisi Gelap Dunia Pendidikan Kedokteran

Anggota Komisi IX DPR RI, M. Nabil Haroen mengutuk keras perundungan (bullying) yang ada di dunia pendidikan kedokteran. Dia menyampaikan hal ini dalam sebuah forum Focus Group Discussion (FGD) dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah DKI Jakarta yang diselenggarakan di Giesmart Plaza, Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin (26/9/2022).

“Saya mengutuk keras adanya perundungan, bullying di pendidikan kedokteran. Ini harus kita stop. Kita perlu kerja bersama dan kerjasama untuk membongkar kasus ini, mengevaluasi, sekaligus membenahi proses pembelajaran, praktikum dan kurikulum dalam pendidikan kedokteran, terutama pendidikan spesialis, yang ada selama ini,” kata Nabil.

Nabil pun mendapat laporan bahwa ada bullying tersebut sudah berlangsung sejak lama bahkan sudah dianggap sebagai sebuah tradisi. Misalnya saja, hukuman angkat galon untuk penertiban kedisiplinan, yang kelewatan adalah pelecehan seksual yang masih sering terjadi. Nabil bahkan siap membuktikan kata-katanya dengan berbagai bukti yang ia punya.

“Demi mendapatkan ilmu ada yang harus membayar dengan tubuhnya. Ini kan nggak bener. Kalau ada yang membantah saya bisa tunjukkan datanya,” tegas Nabil.

Menurutnya, perundungan di lingkungan kedokteran itu merupakan kejahatan, oleh sebabnya harus ada solusi hukum serta proses hukum yang jelas dan kongkret hingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan. Ia pun meminta praktik perpeloncoan senior-junior harus dihentikan karena tidak ada manfaatnya. Sementara bagi pelaku kejahatan perundungan harus diproses hukum untuk efek jera dan menghentikan perundungan ini untuk selamanya di lingkungan para dokter.

Anggora DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah ini mengajak stakeholder dunia pendidikan untuk berkolaborasi, bekerjasama, dan bekerja bersama untuk melakukan perubahan revolusioner agar terjadi perbaikan di dunia pendidikan kedokteran serta ekosistem pelayanan kesehatan pada umumnya.

“Saya yakin selama ini sudah ada perubahan-perubahan di beberapa lembaga, tapi harus ada gerakan masif lebih jauh. Seperti di FKUI, saya komunikasi dengan beberapa dokter dan pengajar di sana, itu sudah ada perubahan signifikan. Tapi kan problemnya masih banyak sekali, kalau perubahan hanya secuil dan terfragmentasi, kan tidak menyelesaikan problem. Jadi, harus ada perubahan revolusioner,” demikian ungkap Nabil.

Nabil Haroen memberi solusi agar ada perubahan signifikan, selain dari keterlibatan aparat penegak hukum dan regulasi yang ada.



Baca Juga