Sabtu, 18 Mei 2024
HEADLINE NEWS

Pj. Bupati Aspan Hadiri FGD Verifikasi Data Lahan Sawah

TEBO-Pj. Bupati Tebo H. Aspan S.T. menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyepakatan Hasil Verifikasi dan Klarifikasi Data Lahan Sawah di Provinsi Jambi bersama Ditjen PPTR, Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (10/10/2022).

Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati Aspan mengatakan pemerintah kabupaten Pemkab Tebo, menyetujui jumlah luasan lahan sawah di Kabupaten Tebo sebanyak 4288,41 Ha.

“Kami menyepakati jumlah luasan sawah berdasarkan pemetaaan dan perhitungan di daerah”, katanya.

Dari hasil verifikasi yang di lakukan oleh Kementerian Agraria dan tata ruang badan pertanahan, yang dilakukan melalui citra satelit dan pengecekan lokasi secara random. Jumlah sawah yang sepakati bertambah sekita 2 ha.

Saat ini, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan mempertahankan harga beras dan gabah. Ini dilakukan agar harga komoditi ini tetap stabil. Dengan stabil harga ini maka petani tetap bertahan menanam padi, dengan tidak beralih pada komoditas lain.

“Apabila terjadi penurunan langkah lain dengan subsidi benih dan lainnya agar para petani tidak merasa dirugikan”, tambahnya.

Sementara itu Sekertaris Daerah (Sekda), Provinsi Jambi Sudirman mengatakan dalam hal ini Pemprov menghimbau kepala daerah untuk mengendalikan ahli fungsi sawah. Kemudian melindungi petani agar tetap mempertahankan sawah.

“Ketersediaan sawah harus ada campur tangan ASN dalam membeli beras lokal”, katanya.

kesepakatan itu, di tandatangani oleh Kementerian Agraria dan tata ruang badan pertanahan, melalui direktorat pengendalian penertiban tanah dan ruang, dan segenap kepala daerah se-Provinsi Jambi.

Kabid pendataan dan pemberdayaan Kanwil ATR BPN Provinsi Jambi Agung Arbianto, setiap tahunnya jumlah sawah yang hilang 120 ribu pertahun. Sementara cetak sawah hanya 60 ribu hektare sawah secara nasional.

Untuk penanganan cepat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Perpres 59 tahun 2019, tentang pengendalian alih fungsi lahan sawah, dengan mempercepat pendataan sawah untuk melindungi jumlah sawah dalam menjaga ketahanan pangan.

“Apa yang di lakukan pendataan saat ini bisa saja berubah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku”, ungkapnya.



Baca Juga