Rabu, 22 Mei 2024
TRENDING NEWS

Pihak Ponpes siap terbuka untuk ungkap kasus Pasca meninggalnya seorang siswa pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin di Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Jambi

Headlinejambi.com. JAMBI- Pasca meninggalnya seorang siswa pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin di Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Jambi, pihak Ponpes siap terbuka untuk ungkap kasus.

Dalam Hal itu yang disampaikan Kuasa Hukum pihak Ponpes, dalam Pers Conference di Hotel odua Weston Kota jambi. Sabtu pagi (16/12/2023).Untuk itu Chris Januari, SH, MH Ketua Tim Kuasa Hukum Ponpes Raudhatul Mujawwidin Tebo Jambi dalam penampilannya menuturkan, dirinya mewakili pihak Ponpes menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya satu dari santri mereka di pondok pesantren.

Selain itu Secara umum kami menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Kami siap terbuka dan berkomitmen siap menerima apapun hasilnya,” ujarnya saat Konferensi pers.Dalam kesempatan itu Chris juga membeberkan kronologi fakta pada Satu minggu sebelum peristiwa tersebut terjadi

Dimana saat ini tim pencari fakta, diketahui AH pada Satu minggu sebelum kejadian dalam keadaan sehat dalam mengikuti kegiatan pesantren.Dalam rentan waktu 1 minggu tersebut pula, pihak Ponpes, atau wali kamar tidak ada menerima laporan keluhan dari korban AH.Dalam fakta di hari kejadian selasa 14 November 2023 yang terekam di CCTV lorong pesantren, AH terlihat pada Pukul 17.41 terpantau berjalan sembari membawa kain dari cctv naik ke menuju lantai atas (tkp kejadian),”Chris, dalam rentang waktu 17.41 – 17.55 atau 14 menit setelah AH terpantau naik ke lantai Tiga dalam kondisi sehat. Hingga kemudian AH digotong temannya menuju Klinik Rimbo Medika.Sebelum akhirnya AH dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Klinik Rimbo Medika pada pukul 18.30 wib disertai surat kematian.

Sementara itu Dua hari sebelum kejadian pihak ponpes memang sengaja memasang cctv di beberapa lokasi guna memantau pergerakan santri, namun untuk di tkp lantai Tiga (bagian aas bangunan) memang tidak ada cctv dan terpantau oleh cctv yang ada,”Jadi pergerakan AH terakhir hanya terpantau saat berada di lorong saat menaiki tangga saja,” sambungnya.

Pihak Ponpes sendiri tidak mengetahui pasti penyebab meninggalnya korban saat di lokasi. Hanya saja saat ini pihak Ponpes masih berpegangan dari hasil visum yang dikeluarkan oleh pihak klinik rimbo medika.Dimana AH meninggal disebabkan tersengat aliran listrik saat berada di lokasi. Pihak Ponpes juga mengaku jika di lantai atas tersebut terdapat kabel lampu sorot yang kerap dimainkan oleh para santri.

“Meskipun infonya hasil otopsi dari Rumah sakit sudah keluar, namun kita belum menerima hasilnya secara utuh, dan penjelasan hasil otopsi tersebut. Jadi kita tetap berpatokan pada hasil yang dikeluarkan oleh klinik.Diberitakan sebelumnnya, pada Selasa (14/11) sekira pukul 17:30 WIB, AH ditemukan tewas di lantai tiga atau rooftop asrama An-Nawawi Ponpes. Berdasarkan surat keterangan kematian dari Klinik Rimbo Medical Centre disebut akibat tersengat listrik.

Sementara itu dari hasil otopsi RS bahwa AH (13) santri di Tebo Jambi yang meninggal di pondok pesantren di Tebo, sempat disebutkan meninggal karena tersengat listrik, itu terbantahkan oleh hasil autopsi bahwa AH meninggal karena benda tumpul bukan karena sengatan listrik.untuk itu kegiatan tersebut Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses Tutupnya (Noval)



Baca Juga